Eksis sejak tahun 2006, Gustaf Ice Cream Training Center & Supplier (GITC) telah melayani lebih dari 1600 perusahaan bisnis minuman es krim di berbagai daerah di Indonesia. Berbekal pengalaman sebagai konsultan, GITC kini mengembangkan peluang usaha minuman dengan cara waralaba.

Es krim merupakan salah satu jajanan favorit di kalangan anak-anak. Sadar akan banyaknya pelaku usaha home industry yang memproduksi jajanan anak-anak hanya berfokus pada sisi harga murah dan tampilan menarik namun sering kali tanpa mengindahkan sisi kesehatannya, maka Gustaaf selaku pemilik Gustaaf Ice Cream Training Center & Supplier memulai insiatif membuat konsep usaha waralaba minuman jajanan es krim murah berkualiatas dan sehat hanya dengan modal 500 rupiah dengan harga jual antara 1000 sampai dengan 2000 per potong. Produk es krim dalam kemasan ini dipastikan merupakan produk jajanan sehat dari bahan baku yang telah lulus uji klinis dari dinas kesehatan.

peluang usaha minuman es krim

Peluang usaha minuman ini masih sangat besar namun cara mengelola bisnis es krim tidaklah mudah. Banyak pemain baru di bisnis ini gulung tikar karena tidak mengetahui teknik atau ilmu dalam menjalankannya. Gustaaf Ice Cream sebagai sebuah perusahaan franchise minuman murah waralaba dengan bekal pengalaman sebagai konsultan untuk perusahaan ek krim di berbagai daerah di Indonesia menawarkan peluang usaha untuk Anda yang tertarik menjalankan usaha dalam bisnis es krim kemasan dengan pasar jajanan anak-anak.

GITC didirikan di tahun 2006 oleh Gustaaf yang merupakan generasi ketiga dari Christian Gustaaf selaku perintis home industry es krim nasional berbasis UKM pada tahun 1972 – 2004. Menurut Gustaaf, perusahaannya bermula dari kolapsnya kerajaan bisnis es krim keluarga yang sudah tersebar dari Aceh sampai Bali (1972 – 2004). Henry Gustaaf selaku generasi ketiga dari keluarganya mempunyai ide untuk membuka lagi peluang usaha minuman dengan mendirikan kembali bisnis es krim keluarga ini dengan format waralaba minuman murah berupa usaha jasa konsultan untuk perusahaan-perusahaan es krim berbasis UKM dengan skala pasar nasional.

Keputusan Gustaaf berbuah positif. Pada tahun 2013, usaha jasa konsultan ini berkembang menjadi bisnis waralaba minuman dan pabrikan bahan baku es krim serta pemasok untuk segala hal yang berkaitan dengan segmen bisnis es krim. Saat ini, jasa Gustaaf ice cream telah digunakan oleh 1600 perusahaan es krim nasional berbasis UKM di seluruh Indonesia bahkan sampai ke negara lain seperti Malaysia, Timor Leste dan Belanda.

“Salah satu prestasi besar yang saya capai adalah Dinas Kehewanan (Peternakan) Malaysia mengirimkan 4 delegasi mereka kepada saya untuk mempelajari peluang usaha minuman es krim berbasis UKM untuk masyarakat peternak sapi perah di Malaysia. Sepulang mereka dari training yang kami berikan pada Juli 2012 lalu di hotel Kaisar Jakarta, kami mendapat kabar dari mereka bahwa ilmu tersebut dapat mereka terapkan,” kata Gustaaf.

Training di GITC mencakup teknik produksi, teknik penyimpanan produk, cara pengiriman, cara pengembangan usaha dengan modal kecil, cara pemasaran, pelatihan pembuatan ice pack, teknik pembuatan portable freezer box dan pengerjaan SOP untuk mengantisipasi segala faktor X yang muncul di lapangan. Keunggulan dari teknik yang saya ajarkan adalah “mereka belajar dari ahlinya”. 70% para peserta yang kami bimbing dapat dipastikan akan tumbuh menjadi pengusaha dan 30% yang gagal adalah karena mereka belum mengikuti SOP yang telah diajarkan.

Gustaaf melanjutkan bahwa 70% bahan baku premix yang diolah menggunakan bahan baku lokal dengan varian produk bahan baku es krim yang diproduksi saat ini, ada 5 jenis yaitu premix minicone ice cream, premix loly ice cream, premix es potong Singapur, premix soft es krim dan premix es krim galonan. Menurutnya, produk bahan baku es krim (premix) yang dia pasarkan akan menjadi peluang usaha minuman termurah di Indonesia dengan standar produk berkualitas dan sehat.

GITC yang memulai konsep bisnis kemitraan pada Juni 2013 lalu, saat ini sudah memiliki mitra dengan jumlah mencapai 148 orang yang tersebar mulai dari Aceh sampai Papua. Menurut Gustaaf, peluang usaha minuman yang ditawarkan dalam program bisnis ice cream berbasis UKM ini dimulai dari 9,5 juta untuk pulau Jawa dan 12,5 juta untuk luar Jawa.

Gustaaf menambahkan bahwa konsep mitra dalam jenis waralaba yang ditawarkannya merupakan konsep mitra usaha sederhana yang sangat mudah diaplikasikan oleh siapa saja, dimana konsep kemitraan ini dipadukan dengan konsep konvensional (beli putus). “Tapi letak kelebihannya adalah dia selaku pengelola memastikan kualitas produk akan menjadi yang terbaik di tingkat jajanan anak-anak dan semua mitra bisa berkomunikasi gratis tanpa bayar dan batas waktu, “ pungkas Gustaaf.

Informasi lebih lanjut tentang peluang usaha minuman ini, silahkan hubungi Gustaf Ice Cream Training Center & Supplier (GITC), jalan Liman Mukti Utara I no. 453, telepon 024 7059 1166 Semarang, website http://idepraktis.blogspot.com, BisnisanKecil.blogspot.com.